Kamis, 22 Maret 2012

ANALISIS NOVEL


Analisis Novel “Sebelas Patriot” karya Andrea Hirata
Dalam Pendekatan Ekspresif

ANALISIS NOVEL
SEBELAS PATRIOT
KARYA ANDREA HIRATA

Abstract
The story is very vibration and gived the inspiration for us, in this novel so as if we want to come into this story. An author explained a figure who unsurrender although anything situation, although there is a part when an author told a young man who failed. The life of father in the last time who an author told is very give a vibration, because we can saw how infamous in the last time so the limited of the sport was happen. An author told that a father never said his the experience in the last time to his children, in order that the children have a talent that same with her father. An author make a novel with saw the fact in the sport of Indonesian football that in the first time looked bad but untill now looked to be good.
Keywords : Inspiration, novel, author, football

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karya sastra merupakan buah hasil kreatifitas manusia yang berupa kisah nyata atau hanya imajinasi belaka. Kisah nyata tersebut pun dapat dari pengalaman pribadi sang pengarang atau dari kehidupan orang lain. Karya sastra dapat berbentuk apapun sesuai dengan yang diinginkan pengarang. Novel merupakan salah satu bentuk dari sebuah karya sastra.
Novel tidak dapat terlepas dari sosok pengarang. Tanpa adanya pengarang, suatu karya sastra tidak akan pernah muncul. Sosok pengarang yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan karya sastra sangatlah mutlak.
Dalam novel Sebelas Patriot karangan Andrea Hirata sangatlah menggetarkan jiwa-jiwa muda untuk terus mengharumkan nama Indonesia dalam persepakbolaan, beliau pun sangat memberi inspiratif agar kita tidak mudah menyerah.
Pengarang membuat sebuah karya sastra berdasarkan pikiran dan perasaannya, sehingga muncul lah sebuah karya sastra yang mengagumkan. Pengarang dapat menggunakan imajinasinya dengan sangat bebas dalam membuat karya sastra. Pengarang pun dapat melihat kenyataan yang ada disekitarnya atau bahkan pengalaman pribadi yang ia rasakan, sehingga hal tersebut menjadi inspirasi pengarang dalam membuat sebuah karya sastra.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Begitu lah istilah yang sesuai untuk membandingkan antara pengarang dan karya sastranya. Isi sebuah novel merupakan curahan hati sosok pengarang itu sendiri. Apabila saat membuat karya sastra perasaan pengarang sedang berduka, pasti isi dari karangannya pun akan sedih.
Berdasarkan uraian di atas karya sastra tidak terlepas dari sosok pengarang. Hal ini dapat menjadi pandangan bahwa bagaimana pengarang dapat membuat suatu karya sastra yang indah tanpa terlepas dari pikiran dan perasaannya sendiri.
Novel Sebelas Patriot dipilih karena merupakan karya dari Andrea Hirata. Andrea Hirata adalah seorang penulis Indonesia yang berasal dari pulau Belitung. Novel ini juga dilatar belakangi oleh kehidupan masyarakat Belitung pada zaman penjajahan hingga sekarang, karena Belitung notabene tempat asal Andrea Hirata.
Kelebihan novel ini dapat ditelaah dari pesan tersirat si pengarang. Pengarang menceritakan persepakbolaan pada zaman penjajahan yang begitu dikekang oleh para penjajah, tetapi masyarakat Belitung mencoba melawan walaupun selalu disalahkan dan ditindas. Saat ini persepakbolaan Indonesia mulai maju sedikit demi sedikit, sehingga Andrea Hirata membuat novel Sebelas Patriot yang didedikasikan untuk PSSI dan rakyat Indonesia.
Pengarang, yang di sini sosoknya ialah Andrea Hirata, memiliki kelebihan dapat menggambarkan dengan detail setiap kejadian yang ada dengan menggunakan kata-kata yang bersifat lugas, sehingga pembaca dapat ikut larut dan terbawa ke dalam kisah tersebut. Hingga kita dapat merasakan berada di dalamnya dan menjadi bagian dari isi karya sastra tersebut.
Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan alasan penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1. Novel Sebelas Patriot merupakan novel sastra yang berbau olah raga dan termasuk karya dari Andrea Hirata yang merupakan salah satu novelis Indonesia terkenal;
  2. Sosok Andrea Hirata yang selalu menciptakan karya-karya yang luar biasa, sehingga sosok Andrea Hirata dapat penulis analisis; dan
  3. Analisis terhadap novel Sebelas Patriot dengan menggunakan pendekatan ekspresif diperlukan untuk mengetahui sosok pengarang itu sendiri, yang di sini ialah Andrea Hirata, baik dari segi pikiran, perasaan, dan hasil karya pengarang.
Berdasarkan uraian di atas maka novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata dianalisis dengan tinjauan ekspresif untuk mengetahui sosok pengarangnya dalam membuat novel ini.

LANDASAN TEORI
Teori Ekspresif
Pendekatan ekspresif adalah pendekatan dalam kajian sastra yang menitikberatkan kajiannya pada ekspresi perasaan atau temperamen penulis (Abrams, 1981 : 189). Selden (1985 : 52) mengungkapkan bahwa karya sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi pengarang.
Pendekatan ekspresif menitikberatkan pengarang, dan orientasi ekspresif memandang karya sastra sebagai ekspresi, luapan, ucapan perasaan sebagai hasil imajinasi pengarang, pikiran-pikiran, dan perasaannya. Orientasi ini cenderung menimbang karya sastra dengan keasliannya, kesejatiannya, atau kecocokan dengan visium atau keadaan pikiran dan kejiwaan pengarang.
Menurut Longius “karya sastra harus mempunyai gaya bahasa yang baik, mempunyai falsafah, pemikiran, dan persoalan agung yang penting, harus mempunyai emosi yang intens dan terpelihara serta tahan menghadapi zaman.”
Menurut Aristoteles “ciptaan Tuhan hanyalah sebagai tempat bertolak. Pengarang dalam penciptaan karyanya, dengan daya imajinasi dan kreatifitas yang dipunyainya, justru mampu menciptakan kenyataan yang lebih kurang terlepas dari kenyataan alami.”
Teori ekspresif sastra (The expressive theory of literature) adalah sebuah teori yang memandang sebuah karya sastra terutama sebagai pernyataan atau ekspresi dunia batin pengarangnya.
Atmazaki mengatakan bahwa pementingan aspek ekspresif ini disebabkan oleh alasan-alasan berikut.
  1. Pengarang adalah orang pandai;
  2. Kata author  berarti pengarang, yang bila ditambah akhiran –ity berarti berwenang atau berkuasa; dan
  3. Pengarang adalah orang yang mempunyai kepekaan terhadap persoalan, punya wawasan kemanusiaan yang tinggi dan dalam.
Sastra adalah proses imajinatif yang mengatur dan mensintesiskan imajinasi-imajinasi, pemikiran-pemikiran, dan perasaan pengarang. Studi sastra dalam model ini berupaya mengungkapkan latar belakang kepribadian dan kehidupan (biografi) pengarang yang dipandang dapat membantu memberikan penjelasan tentang penciptaan karya sastra. Oleh karena itu, teori ini seringkali disebut pendekatan biografi.
Pendektan ekspresif mengenai batin atau perasaan seseorang yang kemudian diekspresikan dan dituangkan ke dalam bentuk karya dan tulisan hingga membentuk sebuah karya sastra yang bernilai rasa tersendiri, dan menurut isi kandungan yang ingin disampaikan oleh pengarang (berupa karya seni). Karena karya sastra tidak dapat hadir bila tidak ada yang menciptakannya, sehingga pencipta karya sastra sangat penting kedudukannya dalam kegiatan kajian dan apresiasi sastra, pikiran, dan perasaan pengarang.
Pikiran dan perasaan pengarang adalah sumber utama dan pokok masalah dalam suatu novel. Pendekatan ekspresif ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pengarang dalam mengungkapkan gagasan-gagasan, imajinasi, dan spontanitasnya.
Kerangka pendekatan ekspresif menurut Atmazaki adalah sebagai berikut.
  1. Pendekatan ekspresif berhubungan erat dengan kajian sastra sebagai karya yang dekat dengan sejarah, terutama sejarah yang berhubungan dengan kehidupan pengarangnya; dan
  2. Karya sastra dianggap sebagai pancaran kepribadian pengarang.
Teeuw (1984) menyatakan bahwa karya sastra tidak bisa dikaji dengan mengabaikan kajian terhadap latar belakang sejarah dan sistem sastra : semesta, pembaca, dan penulis. Informasi tentang penulis memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan kajian dan apresiasi sastra. Ini dikarenakan karya sastra pada hakikatnya adalah tuangan pengalaman penulis (Teeuw, 1984; Selden, 1985; Roekhan, 1995; Eneste, 1982).
Analisis novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata ditinjau dari ekspresif yang mengkaji sosok si pengarang itu sendiri. Dalam hal ini, karya sastranya tidak diagung-agungkan, dan tanggapan pembaca pun diabaikan, karena yang menjadi objek analisis adalah sosok Andrea Hirata.

PEMBAHASAN
Ekspresif sangat melibatkan sosok pengarang karya sastra, pikiran dan perasaan seorang pengarang sangat berpengaruh terhadap karya sastra tersebut. Aspek-aspek tersebut yang menjadi dasar bahwa pendekatan ekspresif lebih menjurus terhadap pengarang karya sastra.
Novel Sebelas Patriot menjadikan pendekatan ekspresif sebagai pengkaji utamanya, yang dikaji yaitu pengarang. Sosok pengarang pada novel Sebelas Patriot merupakan novelis Indonesia yang terkenal.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau yang lebih dikenal dengan nama Andrea Hirata, lahir pada tanggal 24 Oktober 1982 di pulau Belitung. Andrea Hirata berasal dari pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Terlahir sebagai anak keempat dari pasangan N.A. Masturah (ibu) dan Seman Said Harun (ayah), Andrea Hirata menghabiskan masa kecilnya di Belitung. Setamat SMA, ia merantau ke Jawa, melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Seusai meraih gelar sarjana ekonomi, ia berhasil mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk mengambil gelas master di Universite de Paris Sorbonne, Perancis, serta Sheffield Hallam University, di Inggris.
Meskipun studi mayor yang diambil Andrea Hirata adalah ekonomi, ia amat menggemari sains – fisika, kimia, biologi, astronomi, dan tentu saja sastra. Andrea hirata lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya.
Andrea Hirata berpendidikan eknomi di Universitas Indonesia, mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis, dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea Hirata dibidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cumlaude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea Hirata tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT. Telkom. Andrea Hirata akhirnya dengan sadar menjerumuskan diri ke dalam penulisan buku fiksi.
Sejatinya, novel pertama Andrea Hirata adalah novel Laskar Pelangi yang merupakan buku pertama dari tetralogi novelnya. Tetralogi novel tersebut yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Laskar Pelangi termasuk novel yang ada dijajahan best seller untuk tahun 2006-2007.
Selain tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas yang terbit tahun 2010. Sebagai novelis, Andrea Hirata membuat debut internasionalnya dengan menulis Dry Season yang menjadi karya fiksi terbaik dan termasuk 7 karya terpilih diantara banyak karya dari seluruh dunia untuk diterbitkan majalah Washington Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011.
Novel-novel Andrea Hirata seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, dan Cinta di Dalam Gelas telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa asing. Novel kedelapan Andrea Hirata yang berjudul Two Trees yang ditulisnya dalam bahasa Inggris akan segera diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Ayah.
Kemampuan Andrea Hirata akan menulis dan mampu merangkai kata-kata sangat menginspirasi banyak kalangan, baik orang yang awam maupun orang yang juga memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Andrea Hirata mampu menyampaikan banyak sekali ilmu pengetahuan yang menurut setiap orang sulit tetapi Andrea Hirata mampu membantu untuk mengerti. Belajar dari kehidupan pribadi sosok Andrea Hirata, dimana berasal dari keluarga yang serba pas-pasan, bersandar hidup pada seorang ayah yang bekerja sebagai buruh timah di Belitung. Namun apa yang Andrea Hirata lakukan bisa membuktikan kekurangan bukan menjadi halangan untuk bisa sukses. Jika membayangkan dengan kehidupan Andrea Hirata saat dulu, untuk bisa bersekolah pun rasanya sudah sangat menakjubkan. Apalagi saat ini Andrea Hirata bisa menyelesaikan program magisternya di luar negeri.
Banyak manusia yang masih bisa hidup berkecukupan, masih mampu bersekolah namun sepertinya daya juang untuk meraih kesuksesan itu terasa sangat lemah, ketakutan untuk bermimpi, terlalu khawatir memikirkan apa yang akan terjadi padahal manusia sama sekali tidak tahu apa yang Tuhan rencanakan. Sosok Andrea Hirata dapat dijadikan teladan tentang bagaimana manusia harus lebih bersyukur, harus lebih bisa menghargai hidup, menghormati kedua orang tua yang sudah bersusah payah membiayai dan mendidik agar dapat menjadi orang yang berguna. Andrea Hirata mengajarkan untuk berani bermimpi karena seperti yang Arai bilang (sepupu Andrea Hirata) dalam salah satu karya Andrea Hirata berkata “jangan takut bermimpi karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” (Laskar Pelangi).
Novel Sebelas Patriot merupakan novel ketujuh Andrea Hirata dalam bahasa Indonesia. Sebelas Patriot adalah kisah yang menggetarkan dan sangat inspiratif tentang cinta seorang anak, pengorbanan seorang ayah, makna menjadi orang Indonesia, dan kegigihan menggapai mimpi-mimpi. Andrea hirata membuat novel ini sebagai karya yang unik, karena untuk mendapatkan seluruh impresi secara utuh dari karya ini mesti pula mendengarkan tiga buah lagu yang lirik dan aransemen musiknya diciptakan oleh Andrea Hirata sendiri. Lagu-lagu tersebut berjudul “PSSI Aku Datang”, “Sebelas Patriot”, dan “Sorak Indonesia” untuk rakyat Indonesia. Tiga lagu itu berisi tentang semangat, lagu untuk para suporter, demi cinta pada Indonesia, demi mendukung PSSI, dan tim olah raga saat bertarung.
Andrea Hirata membuat novel Sebelas Patriot karena ia melihat persepakbolaan di Indonesia sedang menuju kesuksesan. Apa yang Andrea Hirata rasakan begitu sangat dalam terjadi pula terhadap para suporter yang telah menunggu lama kesebelasan Indonesia menang dalam tingkat dunia, tetapi Andrea Hirata pun sadar bahwa hal itu sulit sehingga ia membuat novel ini untuk memberi semangat kepada patriot-patriot Indonesia yang berada di tengah lapangan hijau yang selalu berusaha mengharumkan nama Indonesia.
Andrea Hirata mengajak seluruh rakyat Indonesia pencinta PSSI untuk menyebut diri mereka sebagai patriot PSSI. Cinta PSSI, cinta Indonesia, salam patriot PSSI.

SIMPULAN
Sastra merupakan hasil ciptaan manusia yang mengekspresikan pikiran, gagasan, pemahaman, dan tanggapan perasaan penciptanya, tentang kehidupan dengan menggunakan bahasa yang imajinatif dan emosional. Sastra ialah karya imajinatif yang dipandang lebih luas pengertiannya daripada karya non fiksi.
Sebuah karya sastra tidak mungkin bisa lepas dari sosok pengarang. Karya sastra pada umumnya berisi tentang pikiran dan perasaan pengarang. Pengarang adalah orang yang nyata-nyata terlibat dalam dan bertanggung jawab atas proposisi yang diajukan dalam karyanya.
Suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang tertentu yang melukiskan para tokoh, gerak, serta adegan kehidupan nyata yang representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut disebut novel. Novel merupakan salah satu karya sastra yang tidak terlepas dari sosok pengarang. Pengarang memiliki hak mengungkapkan apa yang ia rasakan atau hanya fantasi belaka. Informasi tentang pengarang memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan kajian dan apresiasi sastra.
Pengarang adalah orang yang pandai yang mempunyai kepekaan terhadap persoalan, punya wawsan kemanusiaan yang tinggi dan dalam. Pengarang diartikan pula berwenang atau berkuasa, yang artinya penguasaan bahasa, namun menciptakan kenyataan lewat bahasa yang tidak sama dengan kenyataan alami. Akan tetapi, walaupun tidak sama kenyataan itu adalah hakiki, kenyataan yang tinggi nilainya, sehingga orang dapat bercermin dengan kenyataan tersebut.
Hasil analisis novel menunjukkan bahwa pada novel yang berjudul Sebelas Patriot karya Andrea Hirata memiliki isi yang sangat nyata dari keadaan negara tempat Andrea Hirata tinggal, yaitu Indonesia. Andrea Hirata merupakan seorang novelis Indonesia yang berasal dari pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Karya-karya yang Andrea Hirata ciptakan begitu menggetarkan jiwa dan memberikan inspiratif tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta : PT Grasindo.
Teeuw, Andries. 2003. Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta : Dunia Pustka Jaya.
Wellek, Rene dan Warren Austin. 1997. Teori Kesusastraan. Jakarta : PT Gramedia.
Yudiono, KS. 1984. Telaah Kritik Sastra Indonesia. Bandung : Angkasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar